Apakah aman melakukan seks saat hamil muda? Temukan Jawabannya

Selama tidak ada masalah selama kehamilan, maka hubungan seksual aman dilakukan. Masalah yang mungkin terjadi selama masa kehamilan yang menyebabkan hubungan seksual sebaiknya dihindari misal adanya pendarahan, infeksi contoh keputihan, atau kondisi kesehatan ibu selama hamil yang kurang baik misalnya penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. Baiknya Anda simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Siapa yang tidak dianjurkan berhubungan seks saat hamil muda?

Menurut penelitian Johns Hopkins Medicine Center, seks selama kehamilan awal dinyatakan aman dan tidak akan menyakiti bayi Anda, dan jika memang terbukti Anda memiliki catatan kehamilan yang tidak bermasalah. Janin Anda pada dasarnya dilindungi oleh cairan ketuban yang terdapat pada rahim dan otot-otot rahim yang kuat. Maka itu, aktivitas seksual tidak akan mempengaruhi perkembangan bayi itu sendiri

Namun, dokter kandungan Anda mungkin menyarankan Anda untuk tidak berhubungan seks saat hamil muda jika memiliki kondisi ibu hamil seperti berikut:

  1. Anda pernah keguguran
  2. Anda mengalami perdarahan vagina atau bercak darah sering selama kehamilan
  3. Sering sakit perut atau kram selama diketahui masa kehamilan
  4. Rahim ibu hamil cenderung lemah
  5. Anda hamil kembar atau lebih dari dua bayi dalam kandungan
  6. Janin memiliki plasenta yang rendah (plasenta previa)
  7. Anda mungkin juga disarankan untuk menghindari seks selama kehamilan (hamil muda ataupun hamil tua)
  8. jika pasangan memiliki penyakit kelamin seperti herpes genital, gonorea, atau bahkan HIV AIDS. Jika
  9. pasangan Anda memiliki herpes genital, berhubungan seks selama kehamilan dapat berisiko kecil yang bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Disarankan pasangan Anda mungkin harus menggunakan kondom jika menderita penyakit menular seksual, demi mencegah risiko infeksi yang bisa menular ke ibu maupun janin.

Apa benar seks saat hamil muda tidak membahayakan janin?

Seperti yang telah disinggung di atas, pada dasarnya berhubungan seks saat hamil aman dan boleh dilakukan serta tidak membahayakan janin Anda. Pasalnya selama berhubungan seksual, janin berada di dalam cairan ketuban, lalu lubang serviks wanita tertutup dan memiliki steker lendir, yang membuatnya tak bisa dilewati sperma atau hal lainnya. Lagipula, penis pasangan Anda juga tidak akan cukup menembus ke dalam sampai terkena pada rahim dan mengenai bayi.

Setelah itu, meskipun orgasme dapat memicu kontraksi rahim, ini tidak menyebabkan kerusakan apapun dan berbeda dari kontraksi selama persalinan.

Yang harus diperhatikan ketika melakukan seks saat hamil muda adalah:

  • Ada beberapa ibu hamil mengalami perasaan tidak nyaman setelah berhubungan seks saat hamil muda. Beberapa juga bisa mendapatkan kram perut selama atau setelah berhubungan intim. Bahkan, wanita juga merasa payudara menjadi sangat sensitif dan terlalu menyakitkan jika disentuh. Baiknya, Anda harus peka terhadap perubahan hormon tubuh ini, agar seks saat hamil muda bukan menjadikan derita tersendiri bagi Anda.
  • Saat hubungan seks dilakukan pada kehamilan tua mendekati persalinan, orgasme yang terjadi pada ibu hamil dapat memicu keluarnya prostaglandin. Prostaglandin adalah sejenis bahan kimia yang terjadi secara alami dalam tubuh yang mengatur ketegangan otot, termasuk kontraksi dan relaksasi otot. Prostaglandin inilah yang kemudian memicu kontraksi rahim di kehamilan tua.
  • Salah satu cara menikmati seks sepanjang kehamilan adalah dengan menghindari penetrasi yang dalam dan kuat, Anda bisa melakukannya secara lembut. Atur posisi bercinta senyaman dan senikmat mungkin bagi ibu hamil. Biasanya saat hamil, posisi seks yang nyaman dilakukan dengan posisi miring atau posisi wanita di atas. Kenapa?Karena posisi ini memungkinkan ibu hamil mengatur kedalaman penis yang masuk ke vagina.
Apakah aman melakukan seks saat hamil muda? Temukan Jawabannya | hendri | 4.5