Kentut Hewan Ternyata Sebabkan Global Warming

Kentut Sapi Dan Rayap Ternyata Sebabkan Global WarmingBuang angin atau yang lebih dikenal dengan kentut adalah suatu peristiwa keluarnya angin dari saluran pembuangan dari akumulasi udara atau gas di dalam perut. Udara-udara ini merupakan udara yang tak sangaja masuk ke dalam mulut saat melakukan aktifitas makan dan minum. Beberapa udara tersebut masuk dan merembes ke usus dan darah dalam bentuk gas dan beberapa gas dihasilkan oleh reaksi kimia dalam usus atau bakteri yang hidup dalam tubuh kita. Dan hal inilah yang lantas membuat kentut pun keluar dan juga bersuara.

Suara ketut sendiri keluar karena adanya getaran rectum yang terjadi di dalam tubuh. Kentut memiliki kandungan sekitar satu persen gas hidrogen sulfida dan mengandung sulfur. Dan tahukah anda ternyata bukan hanya manusia saja yang dapat kentut tetapi hewan dapat juga melakukannya.

Sapi biasanya menjadi hewan peliharaan untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai bahan pangan. Namun tahukah anda pada kenyataannya sapi menjadi salah satu penyebab global warming atau pemanasan global. Karena penyebab global warming salah satunya adalah berasal dari gas metana di dalam sistem pencernaan sapi. Mungkin belum banyak orang yang tahu tentang gas metana.

Kentut Sapi Dan Rayap Ternyata Sebabkan Global WarmingMetana adalah gas anareobik yang dihasilkan dari aktifitas mikroorganisme saat menguraikan bahan-bahan organik, perlu diketahui bahwasannya gak metana mengandung emisi efek rumah kaca 25 kali lebih ganas dibanding dengan CO2. Gas metana dihasilkan dari proses yang berlangsung secara alamiah. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan jumlah gas metana adalah meningkatnya populasi ternak. Dan sapi merupakan salah satu hewan ternak penyebab terbesar gas metana.

Sistem pencernaan sapi yang sangat lambat menjadi alasan mengapa hewan itu banyak menghasilkan gas metana. Sapi merupakan ternak yang memiliki sistem percernaan yang terdiri dari empat perut yaitu rumen, retikulum, omasun dan abomasum. Yang masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda.

ruminansiaKetika sapi makan rumput dari mulutnya makanan masuk ke dalam rumen lalu dimuntahkan dan dikunyahkan kembali oleh giginya di dalam mulut. Hal itu dilakukan saat mereka sedang istirahat. Gas metana dihasilkan dari proses metabolisme rumput yang di dalam perut sapi hingga menghasilkan gas. Menurut penelitian di Argentina didapatkan fakta kalau gas metana dari sapi menyebar lebih dari 30% total emisi penyebab efek rumah kaca negara Argentina. Sebagai salah satu negara penghasil daging sapi terbesar di dunia, Argentina mempunyai lebih 55 juta ekor sapi yang merumput.

cows-grazing-causes-global-warmingMenurut penelitian setiap sapi memproduksi 8000-1000 liter emisi setiap hari. Kini para peneliti di Argentina tengah melakukan percobaan diet untuk sapi-sapi tersebut untuk memperbaiki sistem pencernaan dan diharapkan menurunkan suhu di bumi.

iStock_000010737368Small-worker-termites-600x399Selain sapi, hewan lain yang gas dari perutnya digadang-gadang menyebabkan global warming ialah rayap. Rayap merupakan hewan yang paling sering buang angin atau kentut dan cukup sulit dipercaya bahwa rayap kecil rupanya bisa bertanggungjawab atas banyak masalah pemanasan global di bumi. Karena rayap dilaporkan dapat melakukan kentut lebih banyak dari pada hewan lain yang menghasilkan gas metana.

Termite_gut_metabolismMenurut penelitian emisi global metana akibat rayap menghasilkan 2,22 Milliar kg/tahun dan menjadikannya sumber alam emisi metana terbesar kedua di dunia.

Artikel terlaris lainnya:
Putus Cinta? Belum Kiamat Kok!
Kontroversi Kartun Minggu Pagi Shin-chan
Ciri-Ciri Pacar Punya Selingkuhan
Waspada Bahaya Mie Instan
Keringat dan Manfaatnya

Kentut Hewan Ternyata Sebabkan Global Warming | irfan | 4.5