Musim Hujan, Waspada Leptospirosis

Apa yang dimaksud dengan leptospirosis? Penyakit apa lagi ini? Pasti anda bingung karena begitu banyak nama penyakit asing yang muncul belakangan. Bagi anda yang memiliki rumah atau berada di lingkungan yang ramah dengan hewan, baik hewan berjenis bagus maupun hewan antah berantah, waspadalah dengan penyakit ini. Mari mengenal lebih dekat dengan leptospirosis.

Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira. Gejala klinis dari leptospirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influenza, meningitis, hepatitis, demam dengue, demam berdarah dengue dan demam virus lainnya, sehingga seringkali tidak terdiagnosis di awal. Keluhan-keluhan khas yang dapat ditemukan, yaitu: demam mendadak, keadaan umum lemah tidak berdaya, mual, muntah, nafsu makan menurun dan merasa mata makin lama bertambah kuning dan sakit otot hebat terutama daerah betis dan paha. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah beriklim tropis dan subtropis, dengan curah hujan tinggi, yang mana dengan curah hujan tinggi ini menyebabkan terjadinya peningkatan kelembaban, khususnya di negara berkembang, dimana kesehatan lingkungannya kurang diperhatikan. International Leptospirosis Society menyatakan Indonesia sebagai negara insiden leptospirosis tinggi  dan peringkat tiga di dunia untuk mortalitas.

Apa penyebabnya? Hewan yang menjadi sumber penularan adalah tikus, babi, kambing, domba, kuda, anjing, kucing, serangga, burung, kelelawar, tupai dan landak. Sedangkan penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi. Manusia terinfeksi leptospira melalui kontak dengan air, tanah atau tanaman yang telah dikotori oleh air seni hewan yang menderita leptospirosis. Bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung, kulit yang lecet atau atau makanan yang terkontaminasi oleh urine hewan terinfeksi leptospira. Masa inkubasi selama 4 – 19 hari. Di Indonesia, leptospirosis paling banyak ditularkan melalui tikus. Air kencing tikus terbawa air ataupun menggenang di dalam air dan terjadi kontak dengan kulit manusia yang terbuka akibat luka, maupun masuk melalui selaput mata, lendir, dan hidung. Penularan dapat juga terjadi melalui makanan yang terkontaminasi leptospira.

Apa yang perlu diperhatikan kemudian? Musim hujan ini identik dengan banyaknya genangan air. Bisa jadi saluran air tersumbat ditambah volume hujan yang tinggi membuat isi dari saluran air tersebut merebah ke jalanan atau rumah anda. Belum lagi jika rumah anda bocor dan banyak terdapat genangan air disana. Hal ini memungkinkan tikus bermain-main melewatinya dan buang air di genangan tersebut. Ada baiknya anda rajin menguras bak mandi anda, membersihkan rumah sehingga tidak lembab dan tetap berhati-hati jika kontak dengan genangan air. Membersihkan saluran air di musim hujan ini pun butuh peralatan keamanan yang memadai. Semoga informasi ini bermanfaat 🙂

Musim Hujan, Waspada Leptospirosis | Teacalova | 4.5