Pentingnya Vaksin TORCH dalam Perencanaan Kehamilan

Kehamilan adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan. Sebagai bukti rasa syukur kita, hendaknya kita menjaga kado terindah tersebut dengan sebaik-baiknya. Tentunya juga kita harus dapat memberikan dan menjadi orang tua yang terbaikk bagi malaikat kecil tersebut. Ada baiknya segala sesuatu harus dipersiapkan terlebih dahulu, terutama dalam menyambut sang malaikat kecil. Apa saja yang bisa dilakukan dalam menyambut kehadiran si kecil? Tentunya si ibu harus menjadi tempat bersandar yang kuat dan sehat bagi si kecil. Sehingga kelak kebutuhan nutrisi dan perkembangan si kecil dapat menjadi optimal. Salah satunya adalah dengan mendapatkan vaksin TORCH. Seberapa pentingkah vaksin TORCH bagi ibu yang merencanakan kehamilan?

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing atau kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG). Mari kita bahas satu per satu dari keempat jenis infeksi di atas.

1. Toxoplasma. Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis. Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG. Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil, apabila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter, serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

2. Rubella. Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25%.

3. Cytomegalovirus (CMV). Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dll.

4. Herpes. Infeksi herpes pada alat kelamin disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi herpes biasanya memperlihatkan lepuh pada kulit, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal.

Selain melakukan vaksin, ada baiknya si ibu juga mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Pastikan makanan tersebut, terutama daging telah matang secara sempurna. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga dapat menghindari terjadinya infeksi.

Pentingnya Vaksin TORCH dalam Perencanaan Kehamilan | Teacalova | 4.5